Hipotesis utamanya adalah di bumi pernah ada satu benua
raksasa yang disebut Pangea (artinya "semua daratan") yang
dikelilingi oleh Panthalassa ("semua lautan"). Selanjutnya, 200 juta
tahun yang lalu Pangea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil yang
kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini.
Beberapa ilmuwan dapat menerima konsep ini namun sebagian
besar lainnya tidak dapat membayangkan bagaimana satu massa benua yang besar
dapat mengapung di atas bumi yang padat dan mengapa ini terjadi. Pemahaman para
ilmuwan pengkritik adalah bahwa gaya yang bekerja pada bumi adalah gaya
vertikal. Tidaklah mungkin gaya vertikal ini mampu menyebabkan benua yang besar
tersebut pecah. Pada masa itu belum dijumpai bukti-bukti yang meyakinkan.
Wegener mengumpulkan bukti lainnya berupa kesamaan garis pantai, persamaaan
fosil, struktur dan batuan. Namun, tetap saja usaha Wegener sia-sia karena
Wagener tidak mampu menjelaskan dan meyakinkan para ahli bahwa gaya utama yang
bekerja adalah gaya lateral bukan gaya vertikal.
SUMBER:
id.wikipedia.org/pergeseran-benua
09:42 PM 22/09/2012
No comments:
Post a Comment